Jalan
Rabindranath Tagore on two ways of seeing the path — as distance to be measured, or as part of the destination itself.
Katanya Rabindranath Tagore, ada dua cara memahami jalan. Yang pertama adalah menganggapnya sebagai jarak, sebagai sekat antara dirimu dan apa yang kamu inginkan. Dengan begitu sudah seharusnya perjalanan itu diukur, setiap langkahnya dihitung, jalurnya dipetakan.
Yang kedua adalah memandangnya sebagai jalur, sebagai rute untuk mencapai tujuan. Dilihat seperti ini, jalan adalah bagian dari tujuan itu sendiri; berada di jalan sama saja dengan berada di tujuan, bedanya hanya soal waktu.
Jadi, dik koas; jalanmu yang mana?