Search

Magnum Opus

On hubris in research — contamination, outliers, and the ethical temptation to swap a few roof tiles when no one's watching.

broca.id2 min read

Saya suka sains. Suka sekali. Tetapi (sepertinya) tidak suka jadi saintis.

Awal

Di awal penulisan proposal, niat saya menggebu-gebu.

Saya tidak mau penelitian biasa, saya mau yang luar biasa. Tak peduli apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan di lab kampus; pokoknya saya mau coba yang belum pernah dicoba disini. Ceritanya ini magnum opus saya.

Tengah

Di tengah penelitian, saya menggila.

Saya sangat yakin dengan metode yang saya tulis. Jurnalnya mutakhir, prosedurnya simpel. Tidak ada ruang untuk keraguan, tidak perlu contingency plan. Semua saya siapkan untuk satu kali pengambilan data saja. Reagen, sampel, waktu — semuanya hanya cukup untuk satu kali.

Dan, bam! Sampel terkontaminasi. Data tidak valid. Satu minggu terbuang sia-sia. Thank you for playing, try again later.

Akhir

Di akhir penelitian, saya menggalau.

Pengambilan data kedua ternyata menghasilkan data yang valid; masih terkontaminasi, tetapi setidaknya bisa dianalisis. Masalahnya, ada beberapa data yang agak-agak.

Kalau kawan tahu statistik, pasti akrab dengan outlier. Data outlier yang agak-agak ini biasanya merusak distribusi data dan berpengaruh pada uji-uji statistik yang dilakukan. Nah, data ini bisa dihapuskan dari muka bumi dengan setidaknya dua cara; (1) data yang bersangkutan terbukti mengganggu distribusi data, atau (2) menganggap data tidak valid. Cara pertama tidak mungkin saya lakukan karena ternyata distribusi datanya normal; sedangkan cara kedua agak sulit karena saya tidak punya bukti yang meyakinkan bahwa data ini tidak valid.

Ibaratnya membuat rumah, penelitian ini harusnya sudah selesai, walau bocor disana-sini. Hanya saja, ada beberapa genteng (data) yang berbeda warna, merusak harmoni atap rumah ini. Saya punya dua pilihan; (1) biarkan seperti ini, dengan resiko konsumen (penguji) akan bertanya-tanya, atau (2) saya ganti gentengnya, toh tidak ada yang tahu.

Sayangnya mengganti data tidak semudah mengganti genteng.


Clara, be my pal and tell me; am I a good man?