Wanderlust in August
Lake Buyan — neglected, quiet, and beautiful. A solo forest walk, a tower I was too afraid to climb, and a good, cheap, rather lonely holiday.
What good is a foot without a little walk every once in a while.
Buyan itu terkesan ditelantarkan. Tidak seperti Danau Beratan yang dieksploitasi penuh, Buyan tetaplah Buyan. Air danau ini sudah sejak lama menyusut; ada yang bilang ini akibat sedimentasi di tepi danau, saya kurang tahu.
Ada dua kawasan perkemahan di Buyan: yang di pinggir hutan (Buyan I) dan yang di dalam hutan (Buyan II). Dari Buyan I ke Buyan II mungkin cuma perlu 30 menit, tapi bolak-balik saya habis 3 jam karena berhenti disana-sini.
Ini pertama kali saya masuk hutan sendirian; lumayan takut kesasar karena nggak tau jalan. Jalannya sebenarnya bisa dilewati motor, tapi saya pilih jalan kaki (how cool is that!). Di Buyan II ternyata ada menara yang harusnya bisa memperlihatkan danau dari atas. Sayang sekali saya takut ketinggian.
A good, cheap, quiet, but rather lonely holiday;
Mau kemana lagi?